Tanpa kita sadari, asupan makanan yang masuk ke tubuh seringkali
mengandung zat aditif. Zat tersebut kadang sengaja ditambahkan untuk
memperbaiki bentuk makanan atau minuman agar lebih awet. Ada dua jenis
zat aditif yang biasa digunakan yaitu zat aditif alami dan buatan.
Penggunaan zat aditif sintesis secara berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut laman Todaysparent, ada lima zat aditif yang sebaiknya dihindari.
1. Pewarna Buatan
Penggunaan zat aditif sintesis secara berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut laman Todaysparent, ada lima zat aditif yang sebaiknya dihindari.
1. Pewarna Buatan
Siapa yang tak tertarik dengan aneka makanan yang berwarna-warni?
Memang ada juga pewarna alami yang berasal dari kunyit, wortel ataupun
daun pandan, namun pewarna buatan seringkali dipilih untuk menggantikan
pewarna alami. Pewarna buatan seringkali ditemukan pada minuman ringan,
permen dan es krim. Sebuah studi tahun 2007 yang kemudian diterbitkan
dalam jurnal medis The Lancet menemukan sebuah hubungan antara pewarna buatan dan tingkat hiperaktif pada anak.
2. Natrium Benzoat
2. Natrium Benzoat
Jenis pengawet yang satu ini banyak ditemukan pada minuman ringan
atau acar. Pengawet memang kerap dipilih karena makanan atau minuman
bisa bertahan lama, tentunya hal ini bisa menguntungkan produsen. Namun
tahukah Anda bahwa zat ini juga bisa menyebabkan hiperaktif pada anak?
Penggunaan secara berlebihan juga tak baik bagi kesehatan.
3. Pemanis Buatan
3. Pemanis Buatan
Aspartam dan sakarin merupakan jenis pemanis buatan. Banyak ditemukan
pada soda diet kalori, permen bebas gula ataupun pada jajanan
anak-anak. Pemanis buatan dapat menurunkan risiko diabetes, namun
siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.
4. Nitrit
4. Nitrit
Nitrit banyak ditemukan dalam daging olahan. Sebuah tinjauan di tahun
2007 menyebutkan bahwa Nitrit erat kaitannya dengan kanker. Produk
daging olahan disimpulkan sangat meningkatkan risiko kanker usus dan
harus dihindari.
5. MSG (Monosodium Glutamat)
5. MSG (Monosodium Glutamat)
Monosodium Glutamat sering digunakan sebagai penguat rasa pada
makanan. Zat ini juga dipakai untuk untuk melezatkan makanan. MSG juga
biasa disebut vetsin. Beberapa restoran Asia kerap menambahkan MSG dalam
masakannya. MSG juga dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan sulit
bernafas. Ada baiknya Anda menghindari zat yang satu ini.


0 komentar:
Posting Komentar